jump to navigation

Buku, Pesta, Cinta, Karya

Buku, Pesta, Cinta, Dan Karya


Seperti yang telah kita ketahui bahwa Buku, Pesta, Cinta dan Karya adalah bagian dari moto dalam organisasi yang telah berdiri semenjak 1955. Entah mengapa para leluhur kita memilih kalimat diatas sebagai motto, dan apa kaitannya dengan mahasiswa UI ?

Buku, Pesta, dan Cinta adalah slogan yang sangat populer di kalangan mahasiswa UI sejak era ‘60-an. Pada waktu itu kehidupan kemahasiswaan sangat diwarnai oleh semangat kebebasan dari semangat Tritura. Di era itu mahasiswa bebas untuk berorganisasi dan berpendapat dengan modal keberanian. Puncak dari semangat untuk mengekspresikan kebebasan itu adalah peristiwa Malari, yang berakibat beberapa tokoh mahasiswa sebagian adalah anggota IMADA  mendekam di dalam penjara.

Beberapa alumni dari periode ini punya pandangan yang sama tentang pola pergaulan pada masa itu. Kesatuan mahasiswa mudah diciptakan karena belum ada gank-gank apalagi kelompok-kelompok berdasarkan perbedaan status sosial. Dan umumnya pada masa ini antar mahasiswa saling kenal dan bergaul akrab. Karena keakraban itu pulalah sehingga tidak jarang ada pasangan mahasiswa/i yang melanjutkan ‘merenda hari esok

Buku, Pesta, Cinta membuat mahasiswa menjadi manusia yang tidak lagi melihat Suku, Agama, ras apalagi golongan. Soe Hok Gie sebagai mahasiswa UI pun menerjemahkannya sebagai Buku, Pesta, Cinta dan Alam.

Hubungan apakah yang mendasari kemiripan motto tersebut dengan IMADA ??

Kemungkinan

1. Banyak dari pendiri IMADA adalah mahasiswa UI sehingga membawa motto tersebut masuk ke IMADA

2. Buku, Pesta & Cinta adalah motto hedonis dijaman itu. Dimana IMADA sebagian besar anggotanya ketika itu adalah kaum hedonis yang mana terdiri dari kalangan menengah ke atas.

Terlepas dari sejarah, siapakah yang memakai motto tersebut terlebih dahulu. Sama halnya dengan soe hok gie yang memaknai kembali motto buku, pesta, cinta. IMADA pun memaknainya kembali dengan menyisipkan kata Karya didalamnya. Ini tidak terlepas dari Visi IMADA mengenai Kemahasiswaan & Kemasyarakatan.

Buku

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhan-Mulah yang maha Mulia. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Surah Al ‘Alaq, 96:1-5)

Wahyu pertama Tuhan kepada Nabi Muhammad SAW adalah Iqro! (Bacalah!). Tersirat bahwa aktivitas membaca adalah hajat manusia sepanjang zaman. Hajat yang mesti dipenuhi dengan memadai demi keparipurnaan manusia sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di muka bumi).

Tak heran bila para pemimpin dunia maupun tokoh-tokoh terkemuka yang kita kenal adalah orang-orang yang gemar membaca. Misalnya, Bung Hatta, yang ketika diasingkan ke Pulau Banda tak lupa membawa serta satu lemari besar buku-bukunya. Soekarno, John F Kennedy.

Pesta

Definisi Pesta berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia.

pes.ta
[n] perjamuan makan minum (bersuka ria dsb); perayaan: panen bagi mereka merupakan suatu —

pesta dansa

perayaan dng acara berdansa

IMADA terkenal dengan nama lain dari Ikatan Mahasiswa Dansa. Hal tersebut dikarenakan gemarnya berpesta dan berdansa.

Salahkah apabila ber Pesta ??

Jangan jadi Mahasiswa yang kupu-kupu, kuliah pulang kuliah pulang. Mahasiswa tidak hanya belajar kerjaannya. Mahasiswa juga butuh hiburan. Pesta ini macam-macam definisinya. Bisa pergi nobar (nonton bareng), backpacking bersama teman satu angkatan, atau datang ke acara-acara kampus.

Intinya, yang namanya pesta pasti punya 2 elemen utama, #1 hiburan, dan #2 orang banyak.

Cinta

Rasanya kurang komplit kalau sebagai mahasiswa tidak pernah merasakan yang namanya cinta. Entah itu cuma sebagai pengagum, atau sampai pacaran (atau ada yang nikah malah). Manis pahitnya cinta yang mewarnai indahnya kehidupan sebagai mahasiswa. Mungkin ini bukan cinta yang pertama, karena saat SMA dulu sudah pernah mengalaminya, tapi pola pikir anak SMA dalam mencintai, berbeda dengan mahasiswa. Begitu pula saat sudah kerja nanti, akan berbeda lagi.

Bila disurvey, 5 dari 10 anggota IMADA pasti pernah saling suka, pacaran bahkan menikah dan memiliki anak cucu yang akhirnya mereka pun masuk menjadi anggota IMADA.

Karya

Definisi inilah yang disisipkan oleh para Pendiri IMADA. Apakah karya itu ??

Mengutip kata-kata Karl Marx : ”Jangan berkarya karena hanya ingin mengejar materi atau rating semata. Karena jika hanya itu, apa bedanya kau dengan robot dalam mekanisme pasar…kau bukan lagi artis/seniman, kau akan menjelma menjadi buruh seni…dan bersiap diatur oleh yang ada diluar dirimu”.

Karya IMADA tidaklah karya yang materialistis. Karya IMADA adalah karya yang tulus dilakukan kepada masyarakat. Bukan karya yang mengharap imbalan. Organisasi ini bukan organisasi profit, sehingga tentunya setiap karyanya adalah karya yang didedikasikan kepada masyarakat baik dalam arti sempit maupun luas.

Advertisements

Comments»

1. PMB Bandung - August 9, 2009

😉

2. otto - June 1, 2010

kayanya gw pada kenal niy muke2nye…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: