jump to navigation

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012 September 20, 2012

Posted by sastraahmashogy in Badan Pimpinan IMADA, IMADA News, Jakarta Dalam Berita.
add a comment

Pilih Calon Gubernur yang sesuai dan bisa memenuhi KEBUTUHAN NURANI PENDUDUK JAKARTA khususnya tingkat menengah ke bawah, bukan Calon Gubernur yang memimpin berdasarkan kebutuhan kelompok, penduduk tingkat atas dan partai politik.

Kesuksesan besar diraih melalui langkah-langkah kecil..

Maka pilih Calon Gubernur yang memperhatikan hal-hal kecil dan tidak hanya memperhatikan hal-hal yang besar.

Jika tidak ada satu pun Calon Gubernur yang bisa meyakinkan anda, maka jadilah GOLPUT AKTIF.

GOLPUT AKTIF adalah Pemilih yang datang ke bilik suara, dan menyoblos kedua gambar Calon Gubernur, sehingga Kertas Suara tersebut akan dihitung tidak sah oleh Panwaslu DKI Jakarta.

Hal ini untuk mencegah agar Kertas Suara anda TIDAK DISALAHGUNAKAN oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kini, sudah tiba hari bagi penduduk Ibu Kota untuk menentukan siapa yang dapat mereka percaya sebagai pemimpin untuk mencari solusi bagi masalah di DKI Jakarta.

Pilihan anda akan menjadi penentu masa depan Jakarta dan menjadi tanggung jawab bersama.

Menang atau tidak, sesungguhnya pemimpin pilihan anda tetap bisa berkontribusi untuk merestorasi Jakarta.

Semoga pemimpin pilihan anda mampu Menyinari Jakarta.

Djakarta, 20 September 2012
Badan Pimpinan
Ikatan Mahasiswa Djakarta
2012-2013

Advertisements

IMADA dan Kartini Perajut Tangan Djakarta (Oma Ira) September 6, 2012

Posted by sastraahmashogy in IMADA News, Wisdom.
3 comments

Perjuangan seorang Kartini perajut tangan di masa kecanggihan teknologi kini, siapakah beliau?

Kartini perajut tangan di masa kecanggihan teknologi kini menurut IMADA adalah Oma IraOma Ira adalah seorang wanita berusia 73 tahun penjual jepit rambut, ikat rambut, bandana, bross, dll.

Oma Ira merupakan salah satu korban tragedi 1998. Pada saat tragedi 1998, rumah Oma Ira dijarah dan dibakar massa. Pasca tragedi tersebut, anak Oma Ira mengalami frustasi kemudian meninggal.

Sejak ditinggal pergi suami dan anaknya, hidup Oma Ira semakin diterpa cobaanOma Ira diusir dari kontrakannya karena tidak bisa membayar uang kontrakan, semua barang miliknya (seperti baju dll) disita oleh pemilik rumah kontrakan tersebut. Bahkan mesin jahit yang menjadi sumber usahanya pun ikut disita, kini Oma Ira hanya menggunakan tangannya untuk menjahit barang dagangannya.

Oma Ira menjual rajutannya di tengah gedung pencakar langit Jakarta, Oma Ira berjualan di depan halte Jembatan Penyeberangan menuju Shelter TransJakarta Benhil (samping Atma Jaya).

Berjualan di bawah terik matahari dan menghirup asap kendaraan di pinggir jalan, setiap harinya. Oma Ira setiap hari berjualan dari pukul 06:00-14:00.WIB terkadang sampai pukul 16:00.WIB.

Begitulah setiap hari kehidupan Oma Ira ketika berjualan demi tetap bertahan hidup.

Jika ingin menebus mesin jahit, beliau harus membayar 5juta.
Sekarang Oma Ira tinggal di kontrakan baru di daerah Utan Kayu hanya membawa baju seadanya & tas jinjing yang ia punya.

Ikatan Mahasiswa Djakarta mendelegasikan Imadawan Sastra (@SastraAhmaShogy) dan Imadawan Rendy (@rennugh) utk bertemu dengan Oma Ira.

Dalam pertemuan tersebut terdapat kutipan yang disampaikan Oma Ira:

“Indonesia belum makmur, belum sejahtera, dan belum aman. Tapi saya harus berjualan untuk hidup..” -Oma Ira

“Daripada beli susu, lebih baik beli benang untuk merajut” -Oma Ira

Mari kita bantu Oma Ira untuk mengumpulkan uang demi menebus mesin jahit Oma yang disita dengan cara membantu jualan rajutan Oma Ira atau dengan membeli langsung ke Oma Ira di halte di seberang Pasar Benhil (samping Atmajaya) tempat Oma biasa berjualan.

IMADA berazaskan Kemahasiswaan dan Kemasyarakatan. Menyejahterakan masyarakat adalah tujuan kami. Ini merupakan salah satu upaya kami dalam mengabdi kepada masyarakat.

Ketegaran hati dan semangat hidup Oma Ira di usia senja 73 tahun, patut kita jadikan teladan.

Djakarta, 5 Agustus 2012
Badan Pimpinan
Ikatan Mahasiswa Djakarta (@IMADA55)
2012-2013

AHOI !