jump to navigation

Gunung Gede Part II “Shelter In The Night” August 15, 2009

Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in IMADA News.
Tags: , ,
add a comment

Setelah melewati pintu pos gerbang awal (pendaftaran) kita kemudian melewati telaga biru.. Sebuah Danau kecil berukuran lima hektar (1.575 meter dpl.) terletak 1,5 km dari pintu masuk Cibodas. Danau ini selalu tampak biru diterpa sinar matahari, karena ditutupi oleh ganggang biru.

Kita hanya melewati telaga tersebut…

Waktu terus berlalu kemudian kita melewati sebuah jembatan yang cukup panjang.. Jembatan tersebut sengaja di buat untuk menghindari rawa-rawa di bawahnya yang kadang menyulitkan para pendaki.

Tak berapa lama kemudian kita memasuki pos panyancangan.. Kami istirahat sebentar, di pos tersebut ada beberapa pendaki yang sedang bermalam. Tak berlama-lama kami segera melanjutkan perjalanan..

Waktu sudah menunjukkan pukul 02.30 WIB . Udara dingin sudah menyerang kita dari tadi, fisik sebenarnya belum lelah. Namun mempertimbangkan aspek-aspek lainnya, kami memutuskan untuk beristirahat di sebuah shelter.

Sempitnya shelter memaksa sebagian anggota team tidur di pinggiran jalan setapak. Hanya bermodalkan sleeping bag sudah cukup membuat lelap.

Udara dingin menusuk di pagi hari, waktu menunjukkan pukul 07.00 WIB. Setelah cukup beristirahat sebagian segera membuat sarapan pagi. Bekal untuk melanjutkan perjalanan kami. Ada beberapa anggota yang susah di bangunkan tidurnya, alhasil waktu kita menjadi ngaret.. Selalu, dimanapun berada anak IMADA selalu ngaret.. Budaya yang harus di rubah..

Akhirnya pukul 09.30 WIB kita segera melakukan persiapan untuk melanjutkan perjalanan.. Tidak lupa kami mendokumentasikannya.. Nyor utun.. Foto….

TO BE CONTINUED

Gn Gede PART III

“Air Panas & Kandang Badak”

PENDAKIAN SOMAL August 15, 2009

Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in Badan Pimpinan IMADA, IMADA News.
add a comment

Pendakian bersama SOMAL (PMB – IMADA – CSB) di lepas di sekretariat PMB. Jl Merdeka 7 Bandung.  Pada tanggal 13 Agustus 2009.

Team yang diberangkatkan oleh IMADA terdiri dari 4 orang :

1. M Shidik Akbar (2006)

2. Robby Rizaldy (2009)

3. Ipunk (2009)

4. Putu (2009)

Sebelum pendakian mereka akan mengikuti LTC GMS (Gerakan Mahasiswa Surabaya) di Tretes terlebih dahulu.

Kita harapkan semua berjalan dengan baik tanpa halangan.. Doa & Restu kita mengiringi..

AHOI ..

We Shall Overcome..

Vivat SOMAL ..

Gunung Gede Part I “We Are Coming Gede” August 7, 2009

Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in IMADA News.
add a comment

IMADA akan mengadakan pendakian & upacara bendera di Puncak Gunung Semeru sebagai bagian dari program kerja BP IMADA 07-09. Pada tanggal 17 Agustus nanti..

Untuk itu kita mengadakan latihan fisik Pra-Semeru dengan mendaki Gunung Gede.

Inilah kronologis dari keberangkatan sampai dengan tiba kembali di Jakarta.

Team IMADA yg berangkat terdiri dari  7 org Laki2 , 3 org perempuan & 1 Orang Senior:

1. Anggoro Prajesta (yoyo) 2006

2. M Shidik (Sidik) 2007

3. M Bestara Lukman (Besta) 2007

4. Nurhikmah (Hiqmah) 2008

5. Vivi Astriani (Boy) 2009

6. Amiril Agca Akbar (Agca) 2007

7. Syahru Rama (Balon) 2006

8. Nahruto – Simpatisan IMADA

9. Diah – Simpatisan IMADA

10. Pitak – Simpatisan IMADA

11. Senior kita : Utun Leman

———————————————————————————————————————————————————–

———————————————————————————————————————————————————–

We Are Coming Gede..

Berawal dengan berkumpul di kostan IMADAwan Sidik di daerah pasar minggu, kita semua mempersiapkan perjalanan kita ke gunung gede pada hari itu 18 Juli 2009. Rencana awal kita berangkat yaitu pada pukul 13.00 WIB, namun seperti kebiasaan anak-anak IMADA yaitu tak kenal ngaret tak ngenal IMADA maka kita akhirnya berangkat pada pukul 14.37 WIB. Sebelum keberangkatan, kita adakan briefing dan doa bersama.

l

Kita berjalan kaki dari kediaman IMADAwan sidik di daerah pasar minggu, menuju stasiun terdekat yaitu stasiun pasar minggu. Apa yang kita analisa bahwa kereta tidak penuh karena hari sabtu, meleset total.. Hampir 2 Jam kita menunggu kereta yang sepi tidak kami dapatkan jua.

Pada awalnya kita membeli tiket kereta ekonomi, dengan pertimbangan ngiritnya.. Namun penuh sesak tak bisa kita bayangkan. Akhirnya tiket kita tukar dengan kereta AC, harapan membumbung.. Kenyamanan akan kami dapatkan, begitu pikiran kami ber – 10. Namun lagi2 kecewa kami dapatkan, tiada bedanya dengan kereta ekonomi. Terlalu lama menunggu, Gn Gede sudah menanti kami. Akhirnya kita putuskan untuk, nyempil tiap orang tiap gerbong. Sulitnya bukan main, Carrier kita terlalu besar. Mau tak mau akhirnya banyak menimpa kepala orang. Kata maaf sering terlontar dari mulut kami. Akhirnya kami berangkat pada pukul 17.00 WIB.

Setelah kita berhimpit2an selama 1 jam lebih, akhirnya kitap pun sampai di stasiun bogor. Fiuh, badan sudah terasa remuk. Pegal menahan beban orang-orang. Sudah gelap ketika kita sampai di Bogor. Tidak berlama-lama kita sesegera mungkin mencari kendaraan carteran untuk menuju Cibodas. Perlu di ketahui bahwa pendakian kita akan melewati jalur Cibodas. Setelah nego yang cukup alot dengan supir angkot, akhirnya kita pun menaikkan barang-barang kita dan berangkat menuju cibodas.

Kendaraan melaju dengan mulusnya, hiruk pikuk anak-anak IMADA bersuara tidak pernah berhenti. Tiba-tiba sebelum pintu tol ciawi, kendaraan melambat. Pikir kami karena akan memasuki pintu tol. Tapi lagi-lagi perkiraan kita meleset, Angkot yang kita tumpangi mogok.

Apa maw dikata, kita terdampar di tol Ciawi..

Anak IMADA, di tengah kesusahan ga pernah  lupa untuk berfoto ria. Setelah kita menunggu cukup lama sang supir membetulkan angkotnya (dengan bantuan kita juga) akhirnya ada ide segar dari kawan-kawan ku tersayang. Lewat di depan mata kita sebuah truk sampah besar.. Tiba-tiba beberapa kawan kita mencoba untuk memberhentikan truk tersebut. Untung saja si abang supir tidak memberhentikan kendaraannya. Jika tidak bisa bau sampah kami tiba di cibodas.

Di tengah kemalangan terdampar di tol Ciawi, lewatlah sebuah Bus Pariwisata. Kemalangan berubah menjadi keberuntungan, bus tersebut menghentikan kendaraannya dan kita pun bisa menumpang sampai ke Cibodas. Fiuh, lelah yang tadi kita alami sekejap hilang oleh AC bus yang dingin dan kursi yang nyaman. Cibodas .. Kita datang…

Akhirnya kita tiba di Cibodas pada pukul 22.00 WIB, kita langsung menuju Indonesian Green Ranger. Dimana senior kita Utun Leman sudah menunggu kita. Setibanya di pos tersebut, kita sesegera mungkin mengisi perut kita dengan amunisi nasi & lauk yang bergizi. Sempat kita berbincang-bincang dengan ketua pos tersebut yang ternyata kakak dari Idhan Dhanvantari Lubis. Seorang mahasiswa yang tewas di puncak gunung semeru bersama dengan Soe Hok Gie. Suatu kebetulan karena kita pun berencana untuk mencapai puncak semeru pada 17 Agustus nanti.

Suatu kebetulan juga bahwa senior kita Rudi Badil adalah sahabat mereka. Sekitar 30 menit kita berbincang-bincang tentang rumpang trail IMADA. Tidak disangka kegiatan IMADA yang satu itu sangat melegenda di kalangan para pendaki angkatan 60-80 an.. Sungguh Membanggakan di  hati kita, bahwa IMADA punya kegiatan yang melegenda. Berbekal status  anak IMADA pula, kita bisa naik ke Gn Gede walau tanpa izin pendakian.. He2..

MAHAMERU
16 Desember 1969

Yang mencintai udara jernih
Yang mencintai terbang burung-burung
Yang mencintai keleluasaan & kebebasan
Yang mencintai bumi

Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung
Mereka tergadah dan berkata,
kesanalah SOE HOK GIE dan IDHAN LUBIS pergi
Kembali kepangkuan bintang-bintang

Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi
Sementara sapu tangan menahan tangis
Sementara desember menabur gerimis

24 Desember 1969
SANENTO YULIMAN
(Puisi GIE dipuncak Mahameru – Semeru, 3676 mdpl)

Perjalanan yang sebenarnya segera di mulai .. Waktu menunjukkan pukul 23.30 WIB. Malam tak menghalangi jejak langkah kita.. Akhirnya saat kaki melangkah menuju pos pemeriksaan gerbang awal, kita melangkah pasti tanpa keraguan di hati.

AHOI ..

TO BE CONTINUED .. .. .. ..

“THE NIGHT SHELTER

Berita IMADA (BEDA) Edisi ke II Tahun 2009 August 3, 2009

Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in Uncategorized.
add a comment

Berita IMADA terbit untuk yang kedua kali nya pada tahun ini.

Langkah ini patut mendapat perhatian dari kita semua.

Cetakan pertama BEDA berbentuk format cetak, namun pada edisi yang kedua ini.. Format BEDA menjadi PDF alias format untuk di buka di komputer/Laptop.

Ini semua di lakukan untuk menghemat biaya operasional BEDA. Agar BEDA dapat terus hadir ke tengah-tengah kita.

Redaksi RUMAH TU4, merasa perlunya untuk mendukung langkah BEDA ini. Maka RUMAh TU4 akan menampilkan link untuk mendownload BEDA. Dan ini akan di lakukan tiap edisinya…

Kita juga menjaring pendapat anggota dengan menampilkan Polling di atas..

Singkat kata.. Silahkan Download BEDA di Link Di bawah Ini…

Berita IMADA (BEDA) Edisi ke II Tahun 2009