jump to navigation

Leadership Training Course.. Tunggu Beritanya … July 31, 2009

Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in Uncategorized.
add a comment

Tunggu Beritanya…

Advertisements

In Memoriam IMADAwan Sjahrir July 28, 2009

Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in Badan Pimpinan IMADA, IMADA News.
add a comment

Dr. Sjahrir (lahir di Kudus, Jawa Tengah, 24 Februari 1945 – wafat di Singapura, 28 Juli 2008 pada umur 63 tahun) adalah seorang ekonom Indonesia. Sjahrir dikenal sebagai salah seorang mahasiswa yang dijebloskan ke penjara sewaktu peristiwa Malari di Jakartayang telah resmi dilantik pada tanggal 11 April 200 tahun 1974. Sampai akhir hayatnya dia menjabat sebagai seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang membawahi bidang ekonomi.

Kehidupan pribadi

Ia menikah dengan Kartini Panjaitan, seorang doktor di bidang antropologi yang kini menjabat ketua Asosiasi Antropologi Indonesia. Dari pernikahan itu, pasangan Sjahrir-Kartini memperoleh seorang putra, Pandu, serta seorang putri, Gita.

Sjahrir lahir sebagai anak satu-satunya dari pasangan Ma’amoen Al Rasyid dan Roesma Malik. Ayahnya adalah pejabat pemerintah di masa pemerintahan kolonial Belanda, sementara ibunya adalah pegawai Inspektorat Pendidikan Wanita di Departemen Pendidikan. Meskipun berasal dari Sumatera Barat, keluarga Sjahrir lebih banyak tinggal di pulau Jawa; Kudus, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, dan terutama Jakarta yang kini merupakan ibukota Indonesia

Karir

Sjahrir dikenal sebagai ekonom dan politikus. Ketika masih menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1974, Sjahrir menjadi seorang aktivis. Latar belakang itulah yang membawanya ke dunia politik. Pada tahun 2002, Sjahrir mendirikan Partai Perhimpunan Indonesia Baru sebagai upaya menawarkan solusi bagi bangsa yang tengah dilanda masalah.

Sebagai mahasiswa

Sjahrir menerima pendidikan dasarnya di sebuah sekolah negeri di Jakarta meski sempat mengenyam pendidikan di Dalton Elementary School, Amsterdam. Ia melanjutkan ke sekolah menengah Canisius College, Jakarta. Di sekolah itulah Sjahrir menemukan kecintaannya akan pelajaran ekonomi. Setelah lulus dari Canisius College, ia diterima di Universitas Indonesia, tempat ia belajar ilmu ekonomi.

Selama periode ini, Sjahrir aktif di kegiatan kemahasiswaan yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Djakarta (IMADA). Aktivitasnya di IMADA membuatnya terpilih sebagai Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI) Jakarta. Selain itu, aktivitasnya di badan kemahasiswaan kampus membuatnya terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Senat Mahasiswa, Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.

Badan kemahasiswaan Universitas Indonesia memiliki peran yang cukup besar dalam pergerakan politik Indonesia. Pada tahun 1974, para mahasiswa memprotes kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan peran investasi asing di Indonesia. Demonstrasi kemudian bergejolak menjadi kerusuhan—peristiwa itu dikenal sebagai Malari. Sjahrir yang pada saat itu telah lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Ekonomi dari Universitas Indonesia dan hendak bersiap-siap berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan S2 atas beasiswa di Kennedy School of Government, Universitas Harvard, ditangkap, diadili, dan dijatuhi hukuman penjara 6,5 tahun atas tuduhan subversi dalam keterlibatannya pada peristiwa tersebut. Meski demikian, Sjahrir hanya menghabiskan waktu di penjara selama hampir 4 tahun sebagai tahanan politik.

Setelah keluar dari penjara, Ford Foundation yang menjadi sponsor beasiswanya, masih memberikan kesempatan kepada Sjahrir untuk mengenyam pendidikan S2-nya. Ia lulus pada tahun 1983 dari Universitas Harvard dengan gelar doktor di bidang Ekonomi Politik & Pemerintahan. Di Harvard pulalah ia sempat menjalin pertemanan dengan Ninoy Aquino dan Kim Dae Jung.

Sebagai ekonom

Setelah meraih gelar doktor, Sjahrir membagi ilmunya dengan menjadi dosen di fakultas lamanya, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia kemudian mendirikan lembaga yang bernama Insititute for Economic and Financial Research (Ecfin) bersama rekan-rekan ekonomnya. Salah satunya adalah Dr. Mari Elka Pangestu yang kini menjadi menteri perdagangan Republik Indonesia. Sjahrir juga mendirikan lembaga lain, yaitu Yayasan Padi & Kapas, yang kegiatan utamanya adalah penelitian, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.

Hingga akhir hayatnya, Sjahrir aktif sebagai konsultan dan penasihat untuk bank-bank dan perusahaan-perusahaan publik. Banyaknya seminar ekonomi yang dihadirinya sebagai pembicara, serta lebih dari selusin buku yang diterbitkannya, memantapkan namanya sebagai kritikus dan analis ekonomi yang cukup dipandang di negeri ini. Sejak tahun 1994, ia menjadi narasumber di Dewan Sosial & Politik Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Sebagai politikus

Ketika krisis moneter yang mengguncang Indonesia pada tahun 1997 berkelanjutan menjadi krisis ekonomi dan politik, Sjahrir terdorong untuk menawarkan solusi untuk negeri ini. Pada tahun 2001, di masa Reformasi, Sjahrir mendirikan Perhimpunan Indonesia Baru. Aktivitas utama perhimpunan itu adalah menyelenggarakan cabinet watch yang mengawasi keputusan-keputusan pemerintah atas kebijakan-kebijakan tertentu, dan mengumumkan hasil pengawasan itu ke masyarakat.

Tidak puas dengan proses Reformasi setelah jatuhnya Soeharto, Syahrir dan rekan-rekannya yang memiliki ide yang sama di Perhimpunan Indonesia Baru mengumumkan berdirinya Partai Perhimpunan Indonesia Baru. Partai ini mencoba menawarkan solusi alternatif pada era Reformasi melalui partisipasi di pemilihan umum 2004. Sjahrir sendiri berkesempatan mencalonkan diri di pemilihan presiden tahun itu, namun tidak memperoleh jumlah suara yang cukup untuk maju ke tahap berikutnya. Meski demikian, mengetahui bahwa keahlian ekonomi Sjahrir dapat bermanfaat bagi pemerintah yang baru, Presiden Republik Indonesia pertama yang dipilih langsung oleh rakyat, Susilo Bambang Yudhoyono, menunjuk Sjahrir sebagai Penasihat Ekonomi Presiden. Tugas Sjahrir sebagai Penasihat Ekonomi Presiden termasuk menjadi duta khusus Presiden RI ke negara-negara lain, menjalankan misi kepresidenan.


Sebagai IMADAwan


Pertama kali bertemu dengan nyor Ciil, ketika saya masih junior pada tahun 2006 silam. Seperti tahun sebelumnya, kami para anggota muda di wajibkan mengikuti BPMP (Badan Pengawas Masa Percobaan) yang tiap minggunya di isi dengan materi2 & wawasan ke IMADA-an. Pada waktu itu kami mendapat materi dari nyor ciil, di kediamannya di menteng. Kebetulan ketika itu sekretariat IMADA hanya berjarak beberapa blok dari kediaman beliau.

Kami hanya cukup berjalan kaki dari sekretariat ke rumah beliau. Pertama kali melihat nyor ciil, sungguh sosok yang ramah. Kami semua di sapa dengan senyum ramahnya dan tawa nya yang renyah. Singkat cerita, beliau adalah sosok yang penuh warna.

Seringkali setelah saya menjadi Ketua BP IMADA, kami sering berdiskusi sekedar ngopi-ngopi bareng di menteng. Bersama-sama dengan senior-senior lain.. Mungkin banyak yg berfikir, wah lagi ngomong serius apa itu..

Sama sekali kita hanya mengobrol santai..

Semuanya kita bicarakan, dari film jadul sampai pakai parfum apa, ikat pinggang kulit dan sebagainya…

Sungguh sosok yang penuh warna, itu yang saya tangkap dari pertemuan-pertemuan dengan beliau.

Terakhir bertemu beliau ketika kami BP IMADA, akan menyelenggarakan NOVITIATUS 2008. Kami bertemu di kantor beliau di gedung wantimpres sekretariat negara.

Sekitar bulan Maret 2008 kita menghadap beliau.

Ketika bertemu, terlihat ada sedikit perbedaan.. Beliau terlihat kurang sehat, mungkin kecapaian karena pekerjaannya. Cukup lama kita bertukar pandangan mengenai IMADA, beliau selalu perhatian sekali dengan IMADA. Menanyakan bagaimana peserta NOVITIATUS?? Sudah berapa?? bagaimana persiapannya? Berulang-ulang kali beliau tanyakan.

Beliau mendukung 100% kita mengadakan NOVITIATUS 2008.. Dan banyak memberikan bantuannya baik moril maupun materiil.

Kita berharap beliau dapat hadir ketika itu, namun karena ada tugas ke LN maka tidak bisa menghadirinya.

Beberapa waktu tidak mendengar kabar sampai akhirnya salah satu senior mengabarkan bahwa beliau sakit dan sedang di rawat di Singapura..

Kami berdoa untuk kesembuhannya, namun Tuhan mempunyai rencana lain. Beliau di panggil pulang ke sisi nya..

Saat kepergiannya, kami semua datang ke rumah duka. Termasuk IMADA angkatan 2008 yang baru saja di lantik.

Dapat dikatakan bahwa angkatan 2008 adalah angkatan terakhir yang di perhatikan nyor sjahrir.

Ketika itu beliau katakan kamu dapat lantik 50 org itu sudah bagus. IMADA bukan kuat karena jumlah, tapi karena kualitasnya.. Jumlah yang kecil tidak akan mempengaruhi kita untuk berperan.

Saya setuju dengan pernyataan beliau.. Dan kita amini dengan melantik 58 Anggota IMADA 2008 ketika itu..

1 Tahun sudah berlalu.. Namun ingatan kami akan beliau tidak akan pernah kami tinggalkan..

Kami akan terus berperan.. Membawa IMADA…

“Daripada sibuk mengutuk kegelapan, lebih baik mulai menyalakan lilin”


VAYAM MAHA SAUBHAGYA VAMSAH

AHOI ..


Anggoro Prajesta

Ketua BP IMADA 2007 – 2009


FEMINA GROUP July 18, 2009

Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in Badan Pimpinan IMADA, IMADA News.
add a comment

Sebelum pelaksanaan NOVITIATUS 2009, kami dari BP IMADA & Panitia NOVITIATUS 2009, meminta nasehat & doa restu dari pendiri IMADA. IMADAwati Pia Alisjahbana di kantor beliau di Head Office Femina Group.

Beliau juga berpesan untuk terus lestarikan IMADA, sebagai warisan untuk anak cucu kita kelak.

APRIL MOP 1 April 2009 July 17, 2009

Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in Badan Pimpinan IMADA, IMADA News.
add a comment

Peringatan keras…

Jangan percaya dengan orang pada tanggal 1 April.. Jangan percaya.. Apalagi sama Junior…


Suatu hari, anggota muda sedang berada di sekretariat IMADA..

Mereka memiliki tugas untuk meresume buku 50 tahun IMADA… Kemudian mereka membaca sebuah kisah dari senior-senior kita pada tahun 60-an lampau.

Betul… April Mop 1969..

Entah mendapat bisikan dari mana, kemudian mereka merencanakan untuk mengerjain senior-seniornya..

Kita semua mendapatkan undangan, langsung dari ketua BP junior. Bahwa kita IMADA di undang untuk nonton & makan malam di Blitz megaplex. GRATIS….

Anak-anak IMADA kalo uda makan2, pesta2, apalagi GRATIS…. Ramenya yang dateng bukan main….

Berduyun-duyunlah kita ke blitz megaplex… Sesampai disana… Keluar dari LIFT… Jreng jreng jreng……

Tararadam…

 


 

Inilah sebagaian kecil dari orang-orang yang KENA DEH ……………..

Gara2 ada undangan makan malam, hampir semua yang hadir sengaja ngga makan dari siang… Wahahahaha…