jump to navigation

Sertifikasi Unggas Harus Diperbaharui January 31, 2008

Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in Jakarta Dalam Berita.
add a comment

Untuk mencegah merebaknya virus flu burung atau Avian Influenza (AI) di Ibu Kota, Gubernur Fauzi Bowo meminta Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (PPK) DKI Jakarta untuk memperbaharui sertifikasi unggas.

Memang sekarang ini sudah ada sertifikasi unggas tapi itu dilaksanakan dua tahun lalu sehingga perlu diperbaharui,” ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Kamis (31/1) di Balai Kota.

Seperti diketahui, pada awal tahun 2008 ini, virus flu burung kembali mengancam warga Jakarta dan daerah penyangga. Bahkan, serangan virus H5NI itu telah mendera dua warga Ibu Kota yakni VS (23) warga Pulogebang dan RF (31) warga Durensawit Jakarta Timur.
Untuk di Durenswawit sudah dilakukan penyisiran. Intinya bahwa sertifikasi saya minta supaya dilaksanakan lebih konsekuen,” tegas gubernur.

Dan hari ini, kata gubernur, dia telah memanggil Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta Edy Setiarto. “Tadi saya tekankan kepada dia agar sertifikasi itu jangan cuma sampling saja. Kalau sudah ada indikasi (flu burung) maka itu sudah harus disisir semuanya,” katanya.

Bahkan, Pemprov DKI Jakarta juga sudah mengeluarkan Perda 5/1992 tentang Penampungan, Pemotongan, dan Peredaran Unggas di DKI Jakarta. “Memang kita punya peraturan daerah bahwa penampungan ayam khususnya dalam konsumsi besar yang akan dikonsumsi warga Jakarta itu harus direlokasi, selambat-lambatnya tiga tahun terhitung sejak tahun 2007,” tuturnya. “Jadi tahun 2010 tempat penampungan ayam di Ibu Kota sudah direlokasi seluruhnya,” katanya.

Selain itu juga dikeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No. 15 tahun 2007 tentang Pelaksanaan, Pengendalian, Pemeliharaan, dan Peredaran Unggas disebutkan bahwa tidak diizinkan lagi adanya penampungan maupun pemotongan unggas seperti ayam, itik, merpati dan sejenisnya di lingkungan pemukiman.

Dengan relokasi itu, kata Fauzi, maka pengawasan dan pengamanan ayam yang terindikasi virus avian influenza akan semakin mudah. “Tempat penampungan itu tentunya jauh dari pemukiman,” ungkapnya.

Selain itu, imbuh Fauzi, pihaknya juga sudah mewajibkan kepada pemilik tempat penampungan ayam untuk rutin melakukan pengecekan, membersihkan kandang dan menyemprot dengan desinfektan.

Dan pada hari ini Fauzi melakukan rapat dengan Menko Kesra, Menkes, Menteri Pertanian, dan Mendagri serta akan mengundang bupati dan wali kota dari Jakarta dan daerah penyangga untuk membahas penanganan flu burung. “Salah satu persoalan yang akan dibicarakan yakni bagaimana merestrukturisasi industri unggas ini,” katanya.

Di Jakarta, lanjut Fauzi, memang tidak ada peternakan unggas dalam skala besar, tapi yang ada warga yang memelihara unggas dalam skala kecil dan Dinas Peternakan harus proaktif melakukan sertifikasi. “Dinas Peternakan harus berkoordinasi dengan RT dan RW,” tegasnya. “Tempat penampungan unggas itu yang harus diperhatikan Dinas Peternakan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Fauzi mengatakan, selama ini di tempat penampungan unggas itu memang belum ada yang menjadi korban keganasan virus flu burung. Namun, tingkat kewaspadaan warga harus terus ditingkatkan. “Saya tidak mau mengambil risiko artinya bagi pemilik unggas yang kedapatan positif unggasnya mengidap flu burung harus kita kenakan sanksi,” tegas Fauzi.

Pos pengawasan ada dua tempat yakni di tempat asal unggas dan di tempat unggas itu ditampung. “Jadi sebelum unggas itu dikirim ke Jakarta harus mengantongi sertifikasi bebas flu burung dari Dinas Kesehatan setempat,” tuturnya. “Dan yang lebih penting lagi, pemilik penampungan unggas itu jangan mau menerima unggas yang tidak dilengkapi surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Dinas PPK DKI Jakarta pada tahun 2007 lalu telah melakukan sertifikasi unggas sebanyak dua tahap dengan jumlah total mencapai 4.165 unggas yang telah disertifikasi.

Sertifikasi unggas tahap I yakni pada bulan Februari 2007 sebanyak 2.936 unggas dan tahpa II sebanyak 1.229 unggas pada bulan Desember 2007.

Sementara itu, Data Dinas PPK DKI Jakarta menyebutkan bahwa tempat penampungan unggas di Ibu Kota diantaranya yakni di Pulogadung Jakarta Timur dan di Balai Benih Ikan (BBI) Kalideres Jakarta Barat.

Penulis: wawan

Mahatma Gandhi January 31, 2008

Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in Wisdom.
add a comment

Mahatma GAndhi

Bumi ini cukup untuk tujuh generasi, namun tidak cukup untuk tujuh orang serakah.

-Mahatma Gandhi-

Pemberitahuan Rapat Kerja BP January 31, 2008

Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in Informasi Badan Pimpinan IMADA.
1 comment so far

Pengumuman…

Kepada seluruh kawan-kawan Badan Pimpinan, diharapkan partisipasi dan kedatangannya pada.

Hari dan Tanggal: Minggu, 3 Februari 2008

Tempat : Sekertariat IMADA, jalan teuku umar nomor 4.

Waktu : 09.00 – selesai

Dimohon untuk menyelesaikan rencana program kerja yang akan diajukan.

Trima kasih..

Semangat dan AHOI !! ….

Abraham Lincoln January 30, 2008

Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in Wisdom.
add a comment

“Anda tak akan mampu membangun sebuah karakter dan keberanian seseorang dengan merampas inisiatif dan kebebasannya.”

Abraham Lincoln, Presiden ke-16 AS