Negeri Swasembada Babu (1) July 12, 2010
Posted by BP IMADA 2007 - 2009 in IMADA News.trackback
NEGERI SWASEMBADA BABU (1)

“Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita” (Soekarno).
Indonesia menghitung, demikian slogan yang sering kita lihat akhir-akhir ini baik melalui spanduk, baliho maupun iklan di layar kaca. Indonesia memang sedang menghitung berapa banyak jumlah penduduknya.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 231 juta orang pada akhir 2010 ini, atau naik 29 juta orang ketimbang hasil pendataan Sensus Penduduk 2000 lalu yang tercatat sebanyak 202 juta orang. Dalam jangka waktu hanya 10 tahun, 29 juta manusia Indonesia lahir dan bertambah. Luar biasa perkembangan dari laju pertumbuhan penduduk di Indonesia.
Pepatah mengatakan “Banyak anak banyak rejeki” benarkah dengan semakin banyak penduduk Indonesia hal ini akan membawa perkembangan kemajuan bangsa??..
Betul sekali bila kita berasumsi bahwa Sumber Daya Manusia Indonesia semakin melimpah dengan tambahan 29 juta jiwa rakyat Indonesia. Namun Sumber Daya Manusia seperti apakah yang dimiliki oleh Indonesia??..
Kita tidak memiliki Sumber Daya Manusia yang mumpuni dalam kata lain SDM yang profesional. Sebagian rakyat Indonesia masih belum memiliki tingkat keahlian yang memadai karena mutu dan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia.
Bukan saja kualitas, bahkan akses untuk mendapatkan pendidikan pun kian mahal dan tidak semua masyarakat Indonesia mampu untuk mengaksesnya.
Bila kita tertinggal dalam hal pendidikan, bagaimana kita bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dalam era globalisasi yang kian mendekat ke nusantara ??..
Jangan pernah bermimpi bangsa ini akan sejajar dengan bangsa-bangsa maju seperti Jerman, Jepang bahkan Amerika Serikat. Di sejajarkan dengan Malaysia dan Singapura saja kita sudah jauh tertinggal.
Apakah kita hanya bisa menambah 29 juta orang tiap 10 tahun?? .. Kemudian mereka kita jadikan Babu di negeri seberang dan kita elu-elukan sebagai pahlawan devisa??
Luar biasa, bangsa ini sudah swasembada babu..
Anggoro Prajesta
Ketua BP 2007-2009
Comments»
No comments yet — be the first.